Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wisata Lokal

5 Film Asing yang Berlatar Indonesia

Karya film bukan barang yang asing lagi. Kini, film-film sudah dengan mudah dapat dinikmati. Dari film luar negeri, nasional sampai lokal tersedia di internet, Kapanpun kita bisa menontonnya. Di balik bagusnya karya film di sana terdapat para aktor dan aktris yang memiliki akting luar biasa. Tidak hanya itu, untuk menambah suasana riil dan membuat seolah-olah nyata, film dibuat di latar yang mendukung tema film. Semisal di Indonesia, sudah banyak pembuat film asal luar negeri yang menjadikan Indonesia sebagai tempat pembuatan film. Berikut pembuatan film yang menggunakan Indonesia sebagai latarnya dihimpun dari Wikipedia. 1. Anaconda: The Hunt for The Blood Orchid (Kalimantan) Adalah film jagal-horor tahun 2004 dan sekuel yang berdiri sendiri untuk film 1997 Anaconda. Film ini disutradarai oleh Dwight H. di Little dan ditulis oleh Hans Bauer, Jim Cash, dan Jack Epps, Jr dari film aslinya. Alur utama film ini berisi tentang sebuah tim peneliti yang menuju ke pulau K...

Pesona Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun

22 Mei tepat 10 tahun lalu menjadi hari di mana BJ Habibie harus merelakan kepergian sosok wanita yang paling dicintainya. Kepergian mendiang sang istri, Hj. Hasri Ainun Besari menjadi hari yang paling tidak bisa dilupakan bagi mantan Presiden ketiga Indonesia itu. Sosok Habibie juga menjadi salah satu tokoh yang diidolakan di negeri ini. Selain karena kepintarannya, Habibie juga dikagumi karena rasa cintanya terhadap Ainun yang begitu besar, bahkan tak jarang dapat meneteskan air mata. Sejak hari pertama hingga keseratus wafatnya Ainun, Habibie selalu rajin mengunjungi makam istri tercinta untuk mendoakan. Cinta Habibie ke Ainun yang begitu besar pun pernah diangkat ke layar lebar, dengan respon yang sangat positif dari masyarakat.  Tak hanya menginspirasi sutradara saja, nyatanya kisah cinta Habibie Ainun juga menginspirasi kota Parepare untuk membangun monumen cinta pasangan sejati itu. Seperti dikutip dari website resmi Humas Kota Parepare, Wali kota Parepare, Dr. H. Ta...

10 Alasan INDONESIA PUNYA KITA

Negara ini sangat penuh dengan hal-hal yang patut dibanggakan, sehingga sudah selayaknya setiap yang hidup di negeri ini mencintainya. Apa saja 10 alasan wajib mengapa kita harus mencintai Indonesia : 1. Indonesia Punya Semboyan Bhineka Tunggal Ika Alasan pertama yang sudah seharusnya kita banggakan sebagai warga negara Indonesia adalah semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Semboyan ini membuktikan beraneka ragamnya budaya, suku dan agama di Indonesia. Dibalik keberagamannya itu, kita patut berbangga karena hingga saat ini kita masih bersatu dibawah nama Indonesia. Walau dibeberapa kesempatan ada riak-riak yang muncul, namun keberagaman ini tetap bisa disatukan. Dari Sabang sampai Merauke terbentang kekayaan alam negara, seperti hasil laut, tambang, rempah-rempah dan kebudayaan yang merupakan kekayaan utama negeri ini. Kekayaan alam Indonesia bahkan telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai negara dengan tingkat biodeversitas kedua tertinggi setelah negara kawasan ...

Senja Indah Kaimana

Foto: Istimewa Senja Indah, Dua kata ini cukup mengembalikan ingatan kita tentang Kaimana. Bagaimana tidak, karena setiap menyebutnya, perhatian orang pasti langsung tertuju pada sebuah nama yang sejak tahun 1960-an populer lewat lagu ‘Senja di Kaimana’ yang dinyayikan alm. Alfian. Mendiang pencipta lagu ini memang tak pernah salah melukiskan keindahan senja di Kaimana. Ia telah dengan jujur mendeskripsikan keindahan Kaimana lewat sebuah syair lagu. Kan kuingat selalu, 'kan kukenang selalu Senja indah, senja di Kaimana Seiring surya meredupkan sinar Dikau datang ke hati berdebar Panorama senja di Kaimana memang indah. Dan keindahannya tak hanya sebatas kata-kata. Karya besar sang Pencipta yang hadir di petang hari ini, selalu meninggalkan rasa yang sulit dilupakan sang penikmat. Bahkan pancaran sinar jingganya yang meskipun hanya sekedar melintas menuju peraduan, mampu menghipnotis siapa saja yang memandangnya. Namun terkadang, hadirnya yang hanya sesaat seri...

Masyarakat Lamalera Terus Jaga Tradisi Berburu Paus

Foto: Istimewa Di antara berbagai kampanye pelestarian satwa, tradisi menangkap ikan paus yang dilakukan oleh masyarakat Lamalera, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini tidak surut. Meski terkadang masih ada pro dan kontra, aktivitas kultural tersebut tetap dipertahankan demi memenuhi kebutuhan hidup seluruh masyarakat Lamalera. Kegiatan perburuan ikan paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT, telah berlangsung sejak abad ke-16.  Masyarakat setempat percaya bahwa nenek moyangnya bisa menempati desa tersebut karena dibawa oleh ikan paus biru. Kini, tiap bulan Mei sampai September, sekelompok pria dengan cermat mengamati Laut Sawu yang terletak di sekitar desa Lamalera. Mereka kemudian berusaha menangkap paus raksasa berjenis Koteklema atau yang juga dikenal sebagai paus Sperm (Physeter macrocephalus). Perburuan dilakukan oleh pria-pria dewasa yang dianggap mampu bertahan selama beberapa hari atau pekan di laut. Mereka menggunakan perahu yang terbuat...

Kampung Pitu, Penjaga Kesakralan Angka Tujuh

Mendengar nama Nglanggeran tentunya masyarakat umum akan mengingat destinasi wisata yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dikenal dengan panorama indah pegunungan batu yang konon berasal dari gunung api purba yang aktif ribuan tahun lalu. Puncak gunung api purba Nglanggeran kini banyak diburu wisatawan untuk menikmati suasana ketinggian. Di kala matahari terbit di ufuk timur ataupun ketika tenggelam di sisi barat, panorama indah akan tersaji di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Tak hanya itu, dalam lima tahun terakhir keindahan gunung api purba Nglanggeran semakin sempurna dengan keberadaan Embung atau danau buatan yang ada di sisi tenggara Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Selain destinasi wisata yang mumpuni, tak jauh dari Ngalenggaran ada suatu wilayah yang sampai saat ini dianggap sakral oleh masyarakat sekitar. Tempat tersebut dikenal dengan nama Kampung Pitu (Kampung Tujuh). Kampung Pitu berada di sisi timur puncak gunung api purba Nglang...

Bedanya Sumba dan Sumbawa

Eksistensi Sumba dan Sumbawa semakin naik daun belakangan. Keduanya ramai diperbincangkan karena potensi wisata alam dan budaya yang menakjubkan. Sayangnya, banyak yang tak tahu kalau Sumba dan Sumbawa itu berbeda. Apa kamu termasuk golongan yang menganggap Sumba dan Sumbawa itu sama? Mari kita lihat apa bedanya kedua pulau tersebut. 1. Sumba dan Sumbawa adalah pulau yang berbeda Sumba termasuk golongan pulau besar yang secara administrasi terdata sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT. Sementara itu, Sumbawa adalah pulau yang tercatat sebagai bagian wilayah Nusa Tenggara Barat atau NTB. Keduanya ada di pulau yang berbeda. Sumbawa lebih dekat dengan Lombok, sedangkan Sumba, berada di bagian bawah Pulau Flores atau berada di bagian selatannya. 2. Sama-sama identik dengan kuda, tapi punya tradisi budaya berbeda Sumbawa punya kuda liar yang bisa ditemukan di daratan pulau tersebut. Kuda ini merupakan salah satu rumpun lokal yang punya ciri khas war...

Wisata Hawaii Sisi Utara Jakarta

Walau tak dapat disangkal lagi bila  Pulau Tidung  menduduki peringkat pertama yang menjadi favorit wisatawan. Kini, pulau dengan ikon Jembatan Cinta ini semakin naik pamor di mata para wisatawan. Ada 2 pulau yang terdapat di kawasan  Pulau Tidung , yakni  Tidung Besar  dan  Tidung  Keci l . Kedua pulau tersebut dihubungkan oleh jembatan kayu yang memiliki panjang 800 m. Banyak wisatawan yang berlalu lalang di atas jembatan itu, dan tentunya merupakan tempat wisata yang paling favorit di Pulau Seribu. Ternyata masih ada sejumlah nama pulau, juga tempat wisata yang juga bagus seindah pemandangan panorama pantai  Pulau Tidung  dan sejumlah nama pulau tempat wisata yang bagus di Kepulauan Seribu, antara lain: 1.  PULAU  PARI Secara letak geografis dan posisinya jelas bahwa Pulau Pari masih satu gugusan dengan Pulau Tidung mungkin pada zaman purba dahulu,  Pulau Pari  dan  Pulau Tidung  masih dal...

Mini Niagara Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota penyangga dari Ibu Kota Jakarta. Bila Anda berkunjung ke Kota Bekasi, wisata yang paling mudah Anda lakukan yakni wisata belanja. Begitu Anda keluar dari pintu Tol Bekasi Barat, tentu akan menemukan banyak pusat perbelanjaan. Tidak hanya wisata belanja, ternyata Bekasi juga memiliki wisata alam seperti air terjun yang harus dikunjungi yakni Curug Parigi. Air terjun tersebut tampak seperti Air Terjun Niagara versi mini yang terkenal di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat. Penasaran seperti apa keindahan di sana, saya pun mencoba berkunjung ke sana. Curug Parigi terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Pangkalan 5, Kampung Parigi, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Untuk bisa sampai di sana, memang perlu mempersiapkan waktu lebih banyak, sebab kondisi jalan cukup macet. Jika datang dari arah Mustika Jaya, kemudian ambil arah menuju Jalan Raya Narogong, dapat berbelok ke Jalan Pangkalan 5. ...

Serpihan Surga Yang Jatuh KeBumi

Foto: Pribadi Akhirnya doa Saya terkabul, karena berkesempatan bisa mengunjungi Tanah Papua atau yang lebih dikenal sebagai   "Serpihan Surga Yang Jatuh Kebumi".  Dalam kesempatan tersebut, saya juga menemani beberapa orang dari Kementrian Pendidikan, untuk mengumpulkan data, guna merilis tulisan ulang tentang Taman Nasional Lorentz, untuk bahan penilaian oleh pihak UNESCO. Beberapa saat sebelum jadwal pemberangkatan, saya sempat berbincang-bincang, dengan salah satu dari utusan kementrian tersebut.  Dengan semangat, saya katakan bahwa kepergian ini, adalah salah satu hasil dari doa saya selama ini, untuk bisa mengunjungi salah satu propinsi paling timur, yang berbentuk kepala burung tersebut. Setelah mengalami kendala, karena pesawat yang kami tumpangi delay selama satu jam, akhirnya kami bersiap untuk memulai penerbangan menuju Bandara Sentani Jayapura. Setelah merasakan penerbangan selama 3 jam, akhirnya sampai juga saya menginjakkan kaki di Bumi Pap...