Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Geologi

Kampung Pitu, Penjaga Kesakralan Angka Tujuh

Mendengar nama Nglanggeran tentunya masyarakat umum akan mengingat destinasi wisata yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dikenal dengan panorama indah pegunungan batu yang konon berasal dari gunung api purba yang aktif ribuan tahun lalu. Puncak gunung api purba Nglanggeran kini banyak diburu wisatawan untuk menikmati suasana ketinggian. Di kala matahari terbit di ufuk timur ataupun ketika tenggelam di sisi barat, panorama indah akan tersaji di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Tak hanya itu, dalam lima tahun terakhir keindahan gunung api purba Nglanggeran semakin sempurna dengan keberadaan Embung atau danau buatan yang ada di sisi tenggara Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Selain destinasi wisata yang mumpuni, tak jauh dari Ngalenggaran ada suatu wilayah yang sampai saat ini dianggap sakral oleh masyarakat sekitar. Tempat tersebut dikenal dengan nama Kampung Pitu (Kampung Tujuh). Kampung Pitu berada di sisi timur puncak gunung api purba Nglang...

Antartika Dulu Hutan Lebat

Sebuah tempat yang pasti pernah kamu dengar semasa SD !  Yap, Benua satu ini memang dipenuhi dengan gunung es. Peneliti mengklaim bahwa Antartika adalah daratan bergunung dan danau serta dikelilingi lautan yang 99% nya tertutup es dan glasier hingga setinggi 4700 meter, Dengan musim dingin yang mematikan hingga -60 derajat celcius. Jutaan tahun yang lalu Antartika bukanlah benua es seperti yang kita lihat seperti saat ini. Siapa sangka, hutan dengan pepohonan yang rimbun pernah tumbuh disana. Bukti ini ditunjukkan melalui fragmen 13 fosil pohon yang baru saja ditemukan para ilmuwan. Fosil pohon ini yang diperkirakan berusia 260 juta tahun ini setidaknya menggambarkan bagaimana dulunya daratan es Antartika berupa area yang subur. Periode dimana pohon tumbuh tersebut menurut peneliti berasal dari Periode Permian Akhir yang berlangsung 299 juta hingga 251 juta tahun lalu. Namun mengapa hutan-hutan itu kemudian sama sekali hilang tak berbekas? ...

Waspada 'Ular Panjang' Bernama Sesar Lembang

“Ular panjang” itu bernama Sesar Lembang . Dia membentang sepanjang 29 kilometer dari Kecamatan Padalarang di wilayah Bandung Barat hingga Kecamatan Cilengkrang di wilayah Bandung Timur. Dalam penelitian yang telah dilakukan sejak 2011, Para ahli telah menemukan bahwa “ulang tahun gempa besar” Sesar Lembang adalah antara 170 sampai 670 tahun sekali. “Range-nya kan panjang sekali. Nah itu kita nggak bisa presisi kapan akan terjadinya (gempa besar lagi),”. Hasil riset para ahli telah berhasil menembus jurnal internasional Tectonophysics pada 13 Desember 2018. Riset mereka menemukan bahwa potensi gempa besar Sesar Lembang bisa mencapai 6,5 sampai 7,0 magnitudo. Kekuatan gempa sebesar itu bisa muncul bila enam bagian Sesar Lembang bergerak bersamaan. Keenam bagian “ular panjang” yang meliuk-liuk itu adalah Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng. BMKG pernah membuat peta simulasi apabila Sesar Lembang memicu gempa berkekuatan 6,8 magnitudo....

Karangsambung Jendela Geologi Dunia

Pertemuan lempeng dasar samudera dan lempeng dataran benua, dikenal dalam teori Tektonik Lempeng. Bukti singkapan aktivitas lempeng dimasa lampau, dapat ditemukan di Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kebumen - Jawa Tengah. Dikawasan ini fenomena alam dimasa lalu, memberikan gambaran bahwa bebatuan yang terbentuk di Karangsambung berasal dari dasar samudera, Sementara saat ini Karangsambung sendiri berada pada ketinggian 52 mdpl. Jadi bisa dikatakan bahwa, Kawasan Cagar Alam geologi Karangsambung adalah dasar terbentuknya Pulau Jawa, Karena jutaan tahun lalu berada didasar samudera. #KarangSambungJendelaGeologiDunia #KarangsambungTamanGeologiDunia #KarangsambungSamuderaYangTersingkap