Dia mengawali Operasi CIA di Indonesia. Membantu melawan PKI. Pada suatu malam di awal tahun 1950, Rosihan Anwar, pemimpin redaksi harian Pedoman , bertamu ke rumah seorang Amerika Serikat. Orangnya sudah agak dibebaskan, badannya gempal, diterima dicukur, murah, dan suka tertawa. Dia tinggal di rumah besar yang agak ke dalam, di pinggir jalan raya Bogor menuju Jakarta. Dia bolak-balik Bogor-Jakarta karena pekerjaannya sebagai atase di Kedutaan Besar Amerika Serikat. “Sesungguhnya dia wakil Badan Intelijen Pusat (CIA), badan intelijen Amerika Serikat. Namanya: Arturo Campbell, ”kata Rosihan dalam Sejarah Kecil“ Petite Histoire ”Indonesia Jilid 1 . Dia menjadi agen sejak Perang Dunia II sebagai anggota OSS (Kantor Layanan Strategis), pendahulu CIA. Menurut Frances Gouda dan Thijs Brocades Zaalberg dalam Indonesia Merdeka Karena Amerika? pada 1947, CIA dibentuk untuk mengoordinasi operasi intelijen pemerintah dan memberi informasi cepat dan jelas kepada presiden. Set...