Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Budaya

“Achtiname Muhammad”, Surat Perlindungan Nabi Muhammad untuk Non-Muslim

Firmanisme: THE Achtiname Muhammad, dikenal sebagai Perjanjian (Testamentum) dari Muhammad, adalah sebuah dokumen yang memberikan perlindungan dan hak lainnya untuk para biarawan Kristen Saint Catherine Monastery. Āshtīnāmeh berasal dari bahasa Persia yang berarti “Kitab Perdamaian”, sebuah istilah Persia untuk sebuah perjanjian. Isi Achtiname Muhammad “Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai suatu perjanjian bagi mereka yang menganut Kristen, jauh dan dekat, kami beserta mereka.   Sesungguhnya aku, para hamba, para pembantu dan para pengikutku membela mereka, karena orang Kristen adalah wargaku; dan demi Allah! aku menahan diri untuk melakukan apapun yang menentang mereka. Tidak ada paksaan untuk mereka.   Juga tidak boleh hakim-hakim mereka disingkirkan dari pekerjaannya, maupun para biarawan mereka dari biara-biaranya. Tidak ada orang yang boleh menghancurkan rumah agama mereka, atau merusakkannya, atau mengambil sesuatupun daripadanya ke dalam rumah-ru...

Konsep Kehidupan Dan Kematian Menurut Agama Marapu

Agama Marapu adalah sebuah agama lokal yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. Agama ini merupakan kepercayaan yang memuja nenek moyang dan leluhur. Marapu adalah arwah dari para leluhur yang bertindak sebagai ‘Dikita – No’neka, yaitu perantara antara manusia dengan yangIlahi(Magholo – Marawi). Peranan Magholo–Marawi adalah menciptakan, memelihara, melimpahkan rezeki, keturunan, kesehatan dan menetapkan umur manusia dan semua makluk ciptaan yang lain. Di’kita – No’neka diyakini sebagai para leluhur yang sudah mengalami perjumpaan dengan Magholo – Marawi. Diyakini bahwa para leluhur tersebut ketika selagi masih hidup di bumi, suci hatinya, sakti dan tidak pernah berbuat jahat. Maka apa yang diucapkannya akan menjadi kenyataan. Kalau mengatakan kepada seekor binatang hanya dengan menunjukkan jari tangannya ke arah binatang itu matilah, maka binatang itu benar-benar mati. Agama Marapu adalah agama asli atau "sumbu hidup" nenek moyang penduduk Sumba, bai...

Zombie Ada Di Indonesia !!!

Foto: Istimewa Tradisi pemakaman Ma’nene yang dilakukan masyarakat Tana Toraja sempat menggegerkan dunia karena dianggap sebagai fenomena mayat hidup atau zombie. Dengan adanya sorotan dunia tersebut tradisi ini menjadi terkenal di dunia.  Namun ternyata masyarakat Tana Toraja memiliki lebih dari satu tradisi pemakaman! Apa saja itu? Ma’nene merupakan satu dari tiga tradisi pemakaman yang dijalankan masyarakat Tana Toraja. Dalam ritual ini jasad orang yang sudah meninggal akan dikenakan pakaian. Ritual ini dilakukan tiga tahun sekali untuk menghormati leluhur mereka. Dihumpun dari berbagai sumber, berikut ini tradisi pemakaman di Tana Toraja. 1. Tradisi Kubur Bayi di Dalam Pohon Masyarakat Tana Toraja memiliki tradisi pemakaman jasad bayi yang terbilang unik. Jika ada bayi keturunan Tana Toraja meninggal sebelum giginya tumbuh maka akan dimakamkan di dalam sebuah lubang pada pohon Tarra. Selanjutnya dengan menggunakan anyaman ijuk lubang tersebut ditutup ...

Sunda Ajaran Leluhur Nusantara

Foto: Istimewa Tri tangtu adalah cara berpikir masyarakat tradisional Sunda. Tri tangtu berasal dari bahasa Sunda, di mana kata tri atau tilu yang artinya tiga dan tangtu yang artinya pasti atau tentu. Masyarakat tradisional Sunda memaknai tri tangtu sebagai falsafah hidup yang berpedoman pada tiga hal yang pasti yakni; Batara Tunggal yang terdiri dari Batara Keresa, Batara Kawasa dan Batara Bima Karana. Cara berpikir dalam pola pembagian tiga adalah umum untuk masyarakat Indonesia,karena orang Indonesia hidup dalam pertanian ladang. Dalam pandangan hidup orang Sunda, ditegaskan bahwa orang Sunda tidak mengandalkan keyakinan hidupnya itu pada kekuatan diri sendiri saja, melainkan pada kuasa yang lebih besar, pengguasa tertinggi, sumber dan tujuan dari segalanya, yang disebut dengan berbagai nama, antara lain Gusti Nu Murbeg Alam. Dalam masyarakat Sunda,tri tangtu diterapkan dalam sejumlah hal, antara lain: 1. Senjata kujang, yang mempunyai tiga fungsi sekalig...

Masyarakat Lamalera Terus Jaga Tradisi Berburu Paus

Foto: Istimewa Di antara berbagai kampanye pelestarian satwa, tradisi menangkap ikan paus yang dilakukan oleh masyarakat Lamalera, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini tidak surut. Meski terkadang masih ada pro dan kontra, aktivitas kultural tersebut tetap dipertahankan demi memenuhi kebutuhan hidup seluruh masyarakat Lamalera. Kegiatan perburuan ikan paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT, telah berlangsung sejak abad ke-16.  Masyarakat setempat percaya bahwa nenek moyangnya bisa menempati desa tersebut karena dibawa oleh ikan paus biru. Kini, tiap bulan Mei sampai September, sekelompok pria dengan cermat mengamati Laut Sawu yang terletak di sekitar desa Lamalera. Mereka kemudian berusaha menangkap paus raksasa berjenis Koteklema atau yang juga dikenal sebagai paus Sperm (Physeter macrocephalus). Perburuan dilakukan oleh pria-pria dewasa yang dianggap mampu bertahan selama beberapa hari atau pekan di laut. Mereka menggunakan perahu yang terbuat...

Kaki-kaki Surga Menghentak Dunia

SEBA BADUY tahun ini kembali digelar dengan tema "EXCITING BANTEN On SEBA BADUY ", oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten. Dimulai dari proses penyambutan sampai pemulangan dari  21 - 22 April 2018. Dan seperti biasa ribuan kaki surga, para penjaga keArifan Lokal Leluhur Nusantara, kembali memenuhi jalanan mulai dari Pandeglang, Lebak dan terakhir Ibukota Propinsi Banten, untuk mendatangi Bapak Gede (Gubernur Banten).  Acara Seba 2108, kembali dilaksanakan di Alun-alun barat kota Serang, yang dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Budi Doremi, Dimulai dari Ritual penyambutan arak-arakan dari depan Museum Negeri Banten, dengan diiringi oleh hentakan Marching Band Gita Surosowan, Parade Arge boyz, Barongsai, Barisan Kang Banten dan Nong Banten, serta para rombongan Bikers Brotherhood Indonesia. Ritual penyerahan hasil bumi dari masyarakat Baduy tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Bante...

Metamorfosis Gendhing Ke Metal

Jakarta Punya HAMMERSONIC!!! Bandung Punya HELLPRINT!!! Bekasi Punya BEKASI BAWAH TANAH!!! BEKASI BAWAH TANAH  adalah acara kebanggaan Metalhead Bekasi, yang digelar setiap tahunnya, oleh salah satu EO lokal Bekasi, yang di penuhi oleh para raksasa Metal Nusantara. Seperti yang baru saja digelar, yaitu Bekasi Bawah Tanah 14, yang bertempat di Lapangan Jaladaphura Komplek AURI, Bekasi Timur. Sekitar 9000 massa hitam, memenuhi lokasi acara sejak pagi hari, hanya untuk melihat band kesayangan mereka, yang tentunya tidak satu kota dengan mereka. Seperti Begundal yang menantikan BURGERKILL asal Kota Bandung, atau juga COLONY yang menyiapkan diri, untuk menyambut Band kesayangan mereka tampil. Antusias para Metalhead, tidak pernah surut, sejak perhelatan besar ini digelar belasan tahun yang lalu di Kota Bekasi. Dan yang tidak bisa dipungkiri, para Metalhead adalah Komunitas yang tertib, yang sangat menikmati aliran musik gahar, dibanding aliran musik lain yan...

Generasi Milenial

Penggunaan media sosial yang terus meningkat memantik perdebatan sengit di antara para psikolog: apakah 'kids zaman now' lebih narsis daripada generasi sebelumnya? Di beberapa lokasi di Mustika Jaya, saya sering memperhatikan, banyak anak muda, baik lali-laki maupun perempuan muda, sering menghabiskan waktu berjam-jam, hanya untuk bersenda gurau atau sekedar menghabiskan isi memori handphone mereka, yang tentunya hasilnya tidak akan pernah dicetak sampai kapanpun. Asumsi saya justru, generasi milenial yang sedang booming ini, seperti tidak ada kegiatan lain, selain kongkow, bermotor ria, sampai menghabiskan malam bersama dengan teman sejawatnya. Betapa maraknya fenomena ini, sehingga, kadang memicu streotip negatif tentang perilaku mereka yang kebanyakan, menimbulkan pandangan negatif dari masyarakat sekitar. Sulit menepis kesan bahwa para generasi milenial, justru melihat dirinya sebagai pusat alam semesta, bahwa mimpi-mimpinya sungguh menarik dan penting. Seperti inikah ...