Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Militer

Tiga Menit yang Heroik

Kelompok yang menamakan dirinya Komando Jihad membajak Pesawat DC 9 Woyla milik Garuda Indonesia, Rute Jakarta - Medan pada tanggal 28 Maret 1981. Pembajakan ini tercatat sebagai peristiwa terorisme pertama, yang dialami dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia. Berdasarkan arsip Harian Kompas tanggal 29 Maret 1981, pesawat itu dibajak di udara antara Palembang -Medan sekitar pukul 10.10 WIB. Pesawat yang sempat transit di bandara Talangbetutu, Palembang baru lepas landas menuju Bandara Polonia, Medan. Namun, pesawat dibelokkan ke arah bandara internasional Penang, Malaysia. Saat itu, belum terungkap siapa yang membajak pesawat dengan nomor penerbangan 206 itu. Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) hanya mengungkap, pembajak itu bisa berbahasa Indonesia. "Pesawat dibajak oleh enam orang yang dapat berbahasa Indonesia. Mereka bersenjatakan pistol dan beberapa buah granat," tulis Harian Kompas, berdasarkan keterangan Menteri Pertahanan ...

KRI Bung Tomo Upgrade Persenjataan

KRI Bung Tomo 357 kini tengah menjalani masa perawatannya selama 15 hari, guna meningkatkan performanya sebagai kapal perang Republik Indonesia. Khususnya untuk menjaga lautan Indonesia dalam misi luar negeri. Perawatan yang tengah dijalani KRI Bung Tomo 357 adalah dry docking di Irian Graving Dock PT PAL Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber Jumat 15 Mei 2020, ternyata KRI Bung Tomo 357 adalah kapal yang buatan AL Brunei Darussalam yang berjenis Multi Role Light Fregate. Sejak kontrak Indonesia dengan Brunei Darussalam dimulai pada tahun 1955 hingga 2002, kapal ini seharusnya sudah kembali ke Brunei pada tahun 2007. Namun karena kurangnya personel, pihak Brunei membatalkan kontrak. Setelah itu, mereka diketahui menghubungi pihak German Lurssen untuk mencari pembeli baru. Berselang lima tahun, kemudian Indonesia tertarik untuk membeli tiga kapal sekaligus. Mereka dinamai KRI Bung Tomo 357, KRI John Lie 358, dan KRI Usman Harun 359. Tapi KRI Usm...

Letda Ajeng, Penerbang Tempur Perempuan Pertama di Indonesia

Sejarah akan terukir dalam wisuda siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan ke-97 yang digelar di Auditorium IG. Dewanto, Mabes AU Cilangkap pada hari ini, Senin 18 Mei 2020. Pasalnya di angkatan itu terdapat pilot pesawat tempur atau fighter perempuan pertama yang dimiliki TNI AU. Dia adalah Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, S.Tr. (Han). Perwira lulusan AAU tahun 2018 ini akan memulai pengabdiannya di Skadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle. Kepada Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus Muhammad Yuris, Ajeng mengungkapkan memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter karena para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni. "Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud," ungkap Aj...

KAMI, Datang dan Pergi Senyap !!!!

Komando Pasukan Katak (Kopaska) memang dikenal merupakan satuan elite TNI AL yang sangat disegani. Banyak cerita menarik soal Kopaska.  Salah satunya cerita lahirnya Kopaska dihadapan Presiden Soekarno. Kisah ini ditulis dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska. Tahun 1960, TNI AL yang kala itu bernama ALRI menggelar peringatan hari Armada. Presiden Soekarno menjadi inspektur upacara dan berdiri di podium Dermaga Ujung Surabaya. Saat itulah Letnan Laut Joko Suyatno dan Sersan Emil Joseph unjuk kebolehan. Keduanya merupakan personel ALRI yang telah mendapat pelatihan di Underwater Demolition Team di Amerika Serikat. Letnan Joko dan Sersan Emil keluar dari kapal selam kelas Whiskey RI Tjakra di kedalaman sebelas meter. Mereka muncul sejenak dengan peralatan selam lengkap ke permukaan. Beberapa saat kemudian ledakan dahsyat terdengar. Markas ALRI sampai berguncang ...

Bhayangkara, Pasukan Elit Majapahit yang Luar Biasa

Foto: Istimewa Sebenarnya konsep pembentukan pasukan khusus bukanlah hal yang benar-benar baru. Jauh sebelum SAS, Denjaka, Navy SEAL terbentuk, orang-orang dulu sudah berpikir untuk mengelompokkan sendiri mereka yang memiliki kemampuan luar biasa ke dalam satu grup. Salah satu bukti kalau pasukan elit sudah ada sejak dulu adalah Jannisary. Pasukan elit kesultanan Turki ini secara teknis sama seperti korps khusus hari ini. Mereka adalah orang-orang hasil seleksi ketat yang kemampuannya di atas rata-rata. Berbicara tentang pasukan elit di masa lalu, Indonesia ternyata juga memilikinya. Pasukan ini bernama Bhayangkara yang dimiliki oleh kerajaan Majapahit. Bhayangkara cukup jarang disebut padahal sedikit banyak Majapahit benar-benar berutang kepada pasukan satu ini. Berkat mereka, kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia ini berhasil melakukan berbagai pencapaian, termasuk selalu memenangi berbagai macam peperangan penting. Bhayangkara sendiri secara teknis sama persis...

5 Fakta Kengerian Prajurit Spartan

Foto: Istimewa Pasukan Spartan adalah pasukan militer dinegara kota Sparta, yang merupakan salah satu negara kota terkuat di Yunani kuno.  Pasukan ini merupakan salah satu inti peradaban negara Sparta, yang tujuan utama dari tiap penduduknya adalah menjadi prajurit yang kuat.  Bangsa Sparta dikenal sebagai bangsa yang terpandang dan disegani, hal tersebut tentu tidak lepas dari kengerian pasukan Spartan dalam hal bertempur.  Dengan tegas Sparta mengeluarkan peraturan, bahwa hanya ada 2 jenis orang Sparta, yang namanya ditulis di Batu Nisan:  1. Wanita yang meninggal saat melahirkan. 2. Prajurit yang meninggal dalam peperangan. Sparta menjadi salah satu pasukan tempur yang paling ditakuti dalam sejarah dunia. Pada masa kejayaannya pada abad ke-6 dan ke-4 SM, sudah secara umum dianggap bahwa "satu prajurit Spartan sama berharganya dengan beberapa prajurit negara lain.  Dan berikut ini adalah 5 fakta kengerian tentang Prajurit Spa...

Jangan Ganggu Teritorial Kami !!!

Baru- baru ini dikabarkan kapal-kapal Amerika Serikat dibuat ketar-ketir saat dikepung kapal Iran. Keberanian 11 kapal militer Garda Revolusi Iran menghadang iring-iringan kapal perang US Navy Amerika Serikat (AS) itu pun membuat heboh dunia. Peristiwa itu terjadi di Teluk Persia. Sekali sapu sudah dipastikan 11 kapal militer Iran cuma jadi rongsokan di lautan. Tapi siapa sangka, jauh sebelum Iran melakukan aksi nekat menghadang US Navy di Teluk Persia, Indonesia juga pernah melakukan hal lebih gila lagi. Dikutip dari 50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana, karena jalur pelayaran inilah maka tak ayal Armada US Navy (Amerika Serikat) sering wara-wiri lewat perairan Indonesia baik dari Australia maupun Pasifik dan sebaliknya. Kala itu sebuah kapal induk US Navy dan kapal Frigate-nya sedang melakukan pelayaran dari Australia hendak menuju Pasifik. Tapi mereka tak meminta izin terlebih dahulu kepada otoritas Indonesia untuk melintas. Namun ketika mendekati Zona Ekonomi ...